If I Could Raise My Children Over Again
If I had my child
to raise all over again ...
I'd build self-esteem first,
and the house later.
I'd finger paint more,
and point my finger less.
I'd do less correcting,
and more connecting.
I'd take my eyes off my watch,
and watch with my eyes.
I would care to know less,
and know to care more.
I'd take more hikes
and fly more kites.
I'd stop playing serious,
and seriously play.
I would run through more fields
and gaze at more stars.
I'd do more hugging,
and less tugging.
I'd see the oak tree
in the acorn more often.
I would be firm less often,
and affirm much more.
I'd model less about the "Love Of Power,"
And more about the "Power Of LOVE."
~ Dianne Loomans ~
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Januari 2012
Jumat, 16 Desember 2011
Salah satu kekayaan hidup selain keluarga adalah sahabat
Sahabat adalah seseorang yang mau berbagi baik dalam suka dan duka
Sahabat adalah seseorang yang memaklumi kekurangan kita dan bangga dengan kelebihan kita
Sahabat adalah seseorang yang tak akan meninggalkan kita sekalipun kita belum menjadi sahabat yang terbaik baginya.
Sahabat adalah seseorang yang menegur kita saat kita berbuat salah
Sahabat adalah seseorang yang memberi kita selamat saat berbahagia
Sahabat adalah seseorang yang bisa tertawa dan menangis bersama kita.
Sahabat adalah seseorang yang siap memberikan kita kritik dan juga masukan
Sahabat adalah seseorang memberikan kita waktu untuk sekedar menumpahkan uneg-uneg
Sahabat adalah tempat beristirahat saat kita lelah melangkah dalam hidup ini
Sahabat adalah cermin kita untuk memperbaiki diri.
Sahabat adalah permata terindah
Sahabat adalah kekayaan tak ternilai
Sahabat adalah seseorang yang mau berbagi baik dalam suka dan duka
Sahabat adalah seseorang yang memaklumi kekurangan kita dan bangga dengan kelebihan kita
Sahabat adalah seseorang yang tak akan meninggalkan kita sekalipun kita belum menjadi sahabat yang terbaik baginya.
Sahabat adalah seseorang yang menegur kita saat kita berbuat salah
Sahabat adalah seseorang yang memberi kita selamat saat berbahagia
Sahabat adalah seseorang yang bisa tertawa dan menangis bersama kita.
Sahabat adalah seseorang yang siap memberikan kita kritik dan juga masukan
Sahabat adalah seseorang memberikan kita waktu untuk sekedar menumpahkan uneg-uneg
Sahabat adalah tempat beristirahat saat kita lelah melangkah dalam hidup ini
Sahabat adalah cermin kita untuk memperbaiki diri.
Sahabat adalah permata terindah
Sahabat adalah kekayaan tak ternilai
Senin, 28 November 2011
I remember asking my mom when I was little who she loved best between me and my dad. "It's a different kind of love," she told me then. But the kisses she and my dad shared in the toy aisle, their constant holding hands, and their long vacations sans kids while we stayed with the grandparents told me otherwise. She loved my dad more. And I am so happy she did.
When a family is strong, mom does prioritize the marriage over the kids. But we live in a culture where kids come first. Or, as my friend recently said, "Since when did kids move from the card table at Thanksgiving to the head of the table?" Since when, indeed.
Blogger Joanna Goddard addresses this in her blog and the result is very interesting. She spoke of a conversation she and a friend had after her friend saw writer Esther Perel, the author of Mating in Captivity, a book about sex within a marriage (and after having kids). Goddard says:
Perel believes that there's a badge of honor among American women to not prioritize yourself or your marriage: It's all about the children. Without realizing it, she said, women can end up getting their emotional intimacy and physical satisfaction from their children, instead of their partners, said Perel. They give their babies tons of wonderful affection -- and then don't have anything left over for their spouse. The marriage can become an afterthought.
Um, yep. How many women do we all know like this? It's not their fault. And I don't blame them. But it's a problem. A huge one, in fact.
The fact is, in a family, if mom and dad aren't happy, ain't nobody else happy either. The marriage should be prioritized higher than anything else.
I see it in my own family all the time. When my husband and I are happy and loving with one another, our children are happy and loving with us. They want to get in between us and cuddle and they are much calmer. After all, the marriage is the foundation of the family.
Ideally, children are born from the love two people share with one another. They grow under the umbrella of that love and then they find their own loves with whom they will do the same. Romantic love is so different (thanks mom!) than the love I feel for my children. I would die for my kids, jump in front of a train for them, and move mountains to keep them happy. But my love for my husband is different.
It's burning and passionate and sexual (one would hope!). It gets me through the hard days and sustains me when things feel low. Without him, the rest would fall apart. I know this, he knows this, and we both work very hard to maintain it. It's not easy. My love for my children is much easier and comes more naturally and takes less work.
So in that sense, yes, my marriage is priority number one. It's what made my family and it's what will stay after my kids fly the nest.
Is your marriage your first priority?
When a family is strong, mom does prioritize the marriage over the kids. But we live in a culture where kids come first. Or, as my friend recently said, "Since when did kids move from the card table at Thanksgiving to the head of the table?" Since when, indeed.
Blogger Joanna Goddard addresses this in her blog and the result is very interesting. She spoke of a conversation she and a friend had after her friend saw writer Esther Perel, the author of Mating in Captivity, a book about sex within a marriage (and after having kids). Goddard says:
Perel believes that there's a badge of honor among American women to not prioritize yourself or your marriage: It's all about the children. Without realizing it, she said, women can end up getting their emotional intimacy and physical satisfaction from their children, instead of their partners, said Perel. They give their babies tons of wonderful affection -- and then don't have anything left over for their spouse. The marriage can become an afterthought.
Um, yep. How many women do we all know like this? It's not their fault. And I don't blame them. But it's a problem. A huge one, in fact.
The fact is, in a family, if mom and dad aren't happy, ain't nobody else happy either. The marriage should be prioritized higher than anything else.
I see it in my own family all the time. When my husband and I are happy and loving with one another, our children are happy and loving with us. They want to get in between us and cuddle and they are much calmer. After all, the marriage is the foundation of the family.
Ideally, children are born from the love two people share with one another. They grow under the umbrella of that love and then they find their own loves with whom they will do the same. Romantic love is so different (thanks mom!) than the love I feel for my children. I would die for my kids, jump in front of a train for them, and move mountains to keep them happy. But my love for my husband is different.
It's burning and passionate and sexual (one would hope!). It gets me through the hard days and sustains me when things feel low. Without him, the rest would fall apart. I know this, he knows this, and we both work very hard to maintain it. It's not easy. My love for my children is much easier and comes more naturally and takes less work.
So in that sense, yes, my marriage is priority number one. It's what made my family and it's what will stay after my kids fly the nest.
Is your marriage your first priority?
Selasa, 01 November 2011
Yg blon married, harap kirim ke pasangannya
Yg sudah married agar diingatkan kembali arti pentingnya sebuah pernikahan...
~ Jangan jadikan aku pasanganmu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun malam hari, sedangkan selama sembilan bulan aku harus membawanya diperut ku.
~Jangan jadikan aku istri/suami mu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka & sedih dan kamu lebih memilih teman lain untuk bercerita. aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidur mu yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
~Jangan jadikan aku istri/suami mu, jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita selesai bercinta, kamu harus tau aku menikmati kebersamaan denganmu.
~Jangan jadikan aku istri/suamimu mu, jika dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan bercerai/berpisah denganku.
~Jangan jadikan aku istri/suamimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingati kesalahan ku.sedangkan aku tidak tuli dan masih bisa mendengarkan kata katamu yg lembut tapi berwibawa.
~Jangan jadikan aku istrimu/suamimu, jika setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman teman mu.
~Jangan pilih aku sebagai istrimu/suamimu, jika nanti kamu malu membawaku kepesta teman temanmu & memperkenalkan aku sebagai istrimu. Takkan kubiarkan kamu sebagai pajangan dirumah sedangkan kamu lebih memilih berpergian dengan temen temanmu. Bagiku pasangan bukan sebuah trofi atau pajangan
~Jangan Pilih aku jadi istrimu/suamimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.kamu tentunya tau kalau kamu juga ikut andil besar dengan melar nya tubuh ku.
~Jangan Buru Buru Menjadikan ku Sebagai Istrimu/suamimu, Jika saat ini kamu masih belum bisa menerima Kekurangan & Kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi semakin NYATA!
Rabu, 19 Oktober 2011
"Cincin Kawin"
Bacaan : AMSAL 5:1-23
Ayat Mas: "Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu..."
(AMSAL 5:18)
Seorang pria tua duduk di sebelah laki-laki muda - yang nampak murung dalam perjalanan Solo - Yogya dengan kereta api Prameks... Pria tua itu terus mengamati jari tangan laki-laki muda yang mengenakan cincin kawin pada jari telunjuknya... Karena penasaran, ia pun bertanya, "Nak, kenapa kau kenakan cincin kawinmu di jari telunjuk? Bukankah lebih tepat kau pakai di jari manis?"... Laki-laki muda itu menoleh kepadanya sejenak,... lalu menjawab, "Sengaja saya meletakkan cincin kawin ini di tempat yang salah, karena memang saya merasa telah menikah dengan orang yang salah pula!"
Pembicaraan itu berkembang,... laki-laki muda itu lalu mengisahkan tentang mengapa ia sampai mengatakan 'salah' dalam memilih istri! Ia menceritakan, bahwa istrinya saat ini sedang membalas perzinahan yang ia lakukan di masa lalu. Kehidupan pernikahannya selalu diwarnai pengkhianatan, demi pengkhianatan. Dia merasa, bahwa sudah tidak ada lagi kesetiaan dari pernikahannya; dan keluarga yang dia bangun, bukan keluarga yang membahagiakan! Pria tua itu pun mulai menasihati laki-laki muda itu dengan ayat-ayat yang ada di dalam AMSAL 5,... sebagai orang percaya di dalam KRISTUS, haruslah menjauhkan diri dari perzinahan dengan berpegang pada kebijaksanaan dan memelihara pengetahuan (ayat 2). Laki-laki muda itu telah memperlakukan istrinya dengan keliru,... namun, istrinya pun membalas dengan melakukan hal yang keliru juga!
Ayat Mas: "Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu..."
(AMSAL 5:18)
Seorang pria tua duduk di sebelah laki-laki muda - yang nampak murung dalam perjalanan Solo - Yogya dengan kereta api Prameks... Pria tua itu terus mengamati jari tangan laki-laki muda yang mengenakan cincin kawin pada jari telunjuknya... Karena penasaran, ia pun bertanya, "Nak, kenapa kau kenakan cincin kawinmu di jari telunjuk? Bukankah lebih tepat kau pakai di jari manis?"... Laki-laki muda itu menoleh kepadanya sejenak,... lalu menjawab, "Sengaja saya meletakkan cincin kawin ini di tempat yang salah, karena memang saya merasa telah menikah dengan orang yang salah pula!"
Pembicaraan itu berkembang,... laki-laki muda itu lalu mengisahkan tentang mengapa ia sampai mengatakan 'salah' dalam memilih istri! Ia menceritakan, bahwa istrinya saat ini sedang membalas perzinahan yang ia lakukan di masa lalu. Kehidupan pernikahannya selalu diwarnai pengkhianatan, demi pengkhianatan. Dia merasa, bahwa sudah tidak ada lagi kesetiaan dari pernikahannya; dan keluarga yang dia bangun, bukan keluarga yang membahagiakan! Pria tua itu pun mulai menasihati laki-laki muda itu dengan ayat-ayat yang ada di dalam AMSAL 5,... sebagai orang percaya di dalam KRISTUS, haruslah menjauhkan diri dari perzinahan dengan berpegang pada kebijaksanaan dan memelihara pengetahuan (ayat 2). Laki-laki muda itu telah memperlakukan istrinya dengan keliru,... namun, istrinya pun membalas dengan melakukan hal yang keliru juga!
Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru! Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan! Pernikahan, bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak - yang sudah jadi! Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama... Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah juga pasangan yang tepat,... yang memperlakukan pasangan kita dengan tepat pula! Kita juga harus yakin, kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup! Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan ini terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita...
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan IMAM, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan!
MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI CARA KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN!
MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI CARA KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN!
Rabu, 05 Oktober 2011
"MAKNA HARI DALAM 7 HARI :
Senin adalah singkatan dari "Semangat nan indah"
Selasa adalah singkatan dari " Selalu luar biasa"
Rabu adalah singkatan dari "Rasakan bahagia dlm kalbu"
Kamis adalah "Kami sukses"
Jumat berarti "Juga amat hebat"
Sabtu berarti "Saatnya bersatu"
Minggu berarti "Mari ingat berkat seminggu" нέнέ ◦°◦◦°◦нέнέ Jia yo
Selasa adalah singkatan dari " Selalu luar biasa"
Rabu adalah singkatan dari "Rasakan bahagia dlm kalbu"
Kamis adalah "Kami sukses"
Jumat berarti "Juga amat hebat"
Sabtu berarti "Saatnya bersatu"
Minggu berarti "Mari ingat berkat seminggu" нέнέ ◦°◦◦°◦нέнέ Jia yo
Selasa, 04 Oktober 2011
Story from John Maxwell's wife :
Suatu ketika istri John Maxwell (pembicara motivator top) Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang "kebahagiaan".
Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba. sesi tanya jawab.
Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
"Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam.
Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"Tidak."
Seluruh ruangan terkejut. "Tidak,"
katanya sekali lagi,"John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell.
Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar.
Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik.
Ia tdk pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong.
Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani.
Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."
Tiba-tiba ada suara bertanya,"Mengapa?"
"Karena," Jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia.
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya
Linna: diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.
Bahagia adalah pilihanmu sendiri
Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba. sesi tanya jawab.
Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
"Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam.
Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"Tidak."
Seluruh ruangan terkejut. "Tidak,"
katanya sekali lagi,"John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell.
Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar.
Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik.
Ia tdk pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong.
Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani.
Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."
Tiba-tiba ada suara bertanya,"Mengapa?"
"Karena," Jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia.
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya
Linna: diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.
Bahagia adalah pilihanmu sendiri
Sepasang orang muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "
Sang suami berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "
Sang suami berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."
Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya.
7 Golden Rules Of Life
1st :
Jangan biarkan seseorang menjadi prioritas dalam hidupmu, ketika kamu hanya menjadi pilihan untuk hidupnya. Hubungan berjalan dengan baik ketika itu semua seimbang.
2nd
Jangan menjelaskan diri pribadi kita ke orang lain, karena orang yang menyukaimu tidak perlu itu dan orang yang tidak menyukaimu tidak akan mempercayainya´
3rd
Ketika kamu berkata sibuk, maka kamu tidak akan bebas,
Ketika kamu berkata tidak punya waktu, maka kamu tidak akan punya waktu,
ketika kamu berkata akan melakukan perbuatan itu besok, maka hari esok tidak akan datang (jangan menunda-nunda pekerjaan)´
4th
Ketika kita bangun di pagi hari, kita punya 2 pilihan sederhana, kembali tidur dan bermimpi atau bangun dan mengejar mimpimu. Pilihan sepenuhnya milikmu!
Jangan biarkan seseorang menjadi prioritas dalam hidupmu, ketika kamu hanya menjadi pilihan untuk hidupnya. Hubungan berjalan dengan baik ketika itu semua seimbang.
2nd
Jangan menjelaskan diri pribadi kita ke orang lain, karena orang yang menyukaimu tidak perlu itu dan orang yang tidak menyukaimu tidak akan mempercayainya´
3rd
Ketika kamu berkata sibuk, maka kamu tidak akan bebas,
Ketika kamu berkata tidak punya waktu, maka kamu tidak akan punya waktu,
ketika kamu berkata akan melakukan perbuatan itu besok, maka hari esok tidak akan datang (jangan menunda-nunda pekerjaan)´
4th
Ketika kita bangun di pagi hari, kita punya 2 pilihan sederhana, kembali tidur dan bermimpi atau bangun dan mengejar mimpimu. Pilihan sepenuhnya milikmu!
5th
Kita membuat mereka (yang peduli kepada kita) menangis
Kita menangis untuk seseorang yang tidak memperdulikan kita,
dan kita peduli kepada seseorang yang tidak pernah menangis buat kita.
Itulah kenyataan kehidupan, aneh tapi nyata. sekali kamu menyadarinya, semuanya belum terlambat untuk berubah.
6th
Jangan membuat janji ketika kau senang, jangan membalas kata2 ketika kau sedang sedih, jangan ambil keputusan ketika kau marah. berpikir dua kali dan bertindaklah dua kali.
(*)(*)(*)7th
Waktu seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.
Kita membuat mereka (yang peduli kepada kita) menangis
Kita menangis untuk seseorang yang tidak memperdulikan kita,
dan kita peduli kepada seseorang yang tidak pernah menangis buat kita.
Itulah kenyataan kehidupan, aneh tapi nyata. sekali kamu menyadarinya, semuanya belum terlambat untuk berubah.
6th
Jangan membuat janji ketika kau senang, jangan membalas kata2 ketika kau sedang sedih, jangan ambil keputusan ketika kau marah. berpikir dua kali dan bertindaklah dua kali.
(*)(*)(*)7th
Waktu seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.
Senin, 03 Oktober 2011
Mengapa orang menikah? Karena mereka jatuh cinta. Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia? Apakah karna jatuh cinta? Bukan. Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa. Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.
Mengapa jatuh cinta gampang? Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli thd keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yg bs ditutupi lg. Dgn interaksi 24 jam per hari 7 hari dlm seminggu, semua belang tersingkap..
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dlm keadaan menyukai. Namun bangun cinta diperlukan dlm keadaan jengkel. Dlm keadaan jengkel, cinta bukan lg berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama2 mencari solusi yg dpt diterima semua pihak. Cinta yg dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada bbrp hal peka utk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat utk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mrk bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tp neraka. Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat komitmen awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup? Jatuh cintalah. Tetapi. sesudah itu bangunlah cinta
Mengapa jatuh cinta gampang? Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli thd keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yg bs ditutupi lg. Dgn interaksi 24 jam per hari 7 hari dlm seminggu, semua belang tersingkap..
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dlm keadaan menyukai. Namun bangun cinta diperlukan dlm keadaan jengkel. Dlm keadaan jengkel, cinta bukan lg berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama2 mencari solusi yg dpt diterima semua pihak. Cinta yg dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada bbrp hal peka utk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat utk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mrk bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tp neraka. Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat komitmen awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup? Jatuh cintalah. Tetapi. sesudah itu bangunlah cinta
Minggu, 28 Agustus 2011
Sabtu, 27 Agustus 2011
Jumat, 26 Agustus 2011
Kasih seorang ayah
Sejak dulu, radio merupakan salah satu-satunya teman yang selalu menemani saya ketika sedang mengerjakan tugas, belajar, mahupun bersantai. Tidak pernah bosan rasanya mendengarkan acara yang disajikan oleh berbagai radio.
Pernah pada satu malam dulu di sebuah stasiun radio sedang berkumandang acara dimana pendengar mengongsi pengalaman hidup mereka. Perhatian saya yang pada mulanya tercurah pada tugas-tugas pejabat beralih ketika seorang wanita bercerita tentang ayahnya. Wanita ini adalah anak tunggal dari sebuah keluarga sederhana. Sejak kecil dia sering dimarahi oleh ayahnya.
Di mata si ayah, tak satupun yang dikerjakan olehnya betul. Setiap hari dia berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan ayahnya, namun tetap sahaja hanya ketidakpuasan si ayah yang didapati.
Pada waktu dia berusia 17 tahun, tak sepatah ucapan selamat pun yang keluar dari mulut ayahnya. Perkara ini membuat wanita itu semakin membenci ayahnya. Gambaran ayah yang melekat dalam dirinya adalah seorang yang pemarah dan tidak memperhatikan dirinya. Akhirnya dia memberontak dan sejak itu setiap hari yang dilalui tidak sepi dengan pertengkaran dengan ayahnya.
Beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-17, ayah wanita itu meninggal dunia akibat penyakit kanker yang tak pernah dia ceritakan kepada sesiapapun kecuali pada isterinya. Walaupun merasa sedih dan kehilangan, namun di dalam diri wanita itu masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya.
Satu hari ketika membantu ibunya mengemas barang peninggalan almarhum, dia bertemu dengan sebuah bungkusan yang dibungkus dengan rapi dan di atasnya tertulis "Untuk Anakku Tersayang".
Dengan hati-hati diambilnya bungkusan tersebut dan mulai membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan dan sebuah buku yang telah lama dia idam-idamkan. Di samping kedua benda itu, terdapat sebuah kad ucapan berwarna merah muda, warna kesukaannya. Perlahan dia membuka kad tersebut dan mulai membaca tulisan yang ada di dalamnya, yang dia kenali pasti sebagai tulisan tangan ayahnya.
"Ya Tuhan, Terima kasih kerana Engkau mempercayai diriku yang rendah ini Untuk memperoleh kurnia terbesar dalam hidupku. Ku mohon pada Ya Tuhan, Jadikan buah kasih hambaMu ini orang yang bererti bagi sesamanya dan bagiMu. Jangan kau berikan jalan yang lurus dan luas membentang. Berikan pula jalan yang penuh liku dan duri Agar ia dapat meresapi kehidupan dengan seutuhnya. Sekali lagi ku mohon Ya Tuhan, sertailah anakku dalam setiap langkah yang ia tempoh. Jadikan ia sesuai dengan kehendakMu. Selamat ulang tahun anakku, Doa ayah selalu menyertaimu".
Meledaklah tangisan si anak selesai membaca tulisan yang terdapat dalam kad tersebut. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Dalam pelukan ibunya, ia menceritakan semua tentang bungkusan dan tulisan yang terdapat dalam kartu ulang tahunnya. Ibu wanita itu akhirnya menceritakan bahwa ayah memang sengaja merahsiakan penyakitnya dan mendidik anaknya dengan tegas agar si anak menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak terlalu kehilangan ayahnya ketika ajal menjemput akibat penyakit yang diderita...
Pada akhir bicara, wanita itu mengingatkan para pendengar agar tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita. Lihatlah juga segala sesuatu dengan mata hati kita. Apa yang kita lihat dengan kedua mata kita terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi.
"Kasih seorang ayah, seorang ibu, saudara- mara, orang-orang di sekitar kita, dan terutama kasih Tuhan dilimpahkan pada kita dengan berbagai cara. Sekarang hanya tinggal bagaimana kita menerima, menyerap, mengertikan dan membalas kasih sayang itu", kata wanita tersebut menutup bicara pada malam itu.
Sabtu, 20 Agustus 2011
Komitmen
•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang...ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....
»...Doing Good Things From Now!!!
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....
»...Doing Good Things From Now!!!
SUDAH PUNYA TIDAK INDAH LAGI
Yang punya i-phone merasa Blackberry lebih effisien.
Yang punya Blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren.
Yang punya Accord merasa Camry lebih sportif.
Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah.
Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom...
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing...
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?
"Jadilah pribadi yang selalu bersyukur... Bersyukurlah senantiasa dengan berkat Yαnƍ sudah diberikanNya". Kirimkan kepada teman2mu supaya apa yg sudah Tuhan beri dan kita pakai, "dapatkah kita bersyukur selalu dengan apa yang ada pada kita?? "
Yang punya Blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren.
Yang punya Accord merasa Camry lebih sportif.
Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah.
Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom...
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing...
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?
"Jadilah pribadi yang selalu bersyukur... Bersyukurlah senantiasa dengan berkat Yαnƍ sudah diberikanNya". Kirimkan kepada teman2mu supaya apa yg sudah Tuhan beri dan kita pakai, "dapatkah kita bersyukur selalu dengan apa yang ada pada kita?? "
JANGAN JADIKAN AKU ISTRImu
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun malam hari, sedangkan selama sembilan bulan aku harus membawanya diperut ku.
~Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka & sedih dan kamu lebih memilih teman perempuan lain untuk bercerita. aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidur mu yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
~Jangan jadikan aku isrti mu, jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita selesai bercinta, kamu harus tau aku menikmati kebersamaan denganmu.
~Jangan jadikan aku istri mu, jika dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan bercerai/berpisah denganku.
~Jangan jadikan aku isrtimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingati kesalahan ku.sedangkan aku tidak tuli dan masih bisa mendengarkan kata katamu yg lembut tapi berwibawa.
~Jangan jadikan aku istrimu, jika setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman teman mu.
~Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu malu membawaku kepesta teman temanmu&memperkenalkan aku sebagai istrimu. Takkan kubiarkan kamu biarkan aku sebagai pajangan dirumah sedangkan kamu lebih memilih berpergian dengan temen temanmu. Bagiku pasangan bukan sebuah trofi atau pajangan
~Jangan Pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.kamu tentunya tau kalau kamu juga ikut andil besar dengan melar nya tubuh ku.
~Jangan Buru Buru Menjadikan ku Sebagai IstriMu, Jika saat ini kamu masih belum bisa menerima Kekurangan & Kelebihanku. Sedang seiring waktu kekurangan bukan semakin tipis tapi semakin NYATA!
I ♥̨ this broadcast...({}) ({}) ({}) Broadcast "PADA PEREMPUAN LAIN jg LAKI2"... Penting itu buat cowok!biar mengerti perempuan terutama "ISTRI" bkn brg produksi sekali pakai buang/jika ada butuhx brsn dicari!:)
~Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka & sedih dan kamu lebih memilih teman perempuan lain untuk bercerita. aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidur mu yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
~Jangan jadikan aku isrti mu, jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita selesai bercinta, kamu harus tau aku menikmati kebersamaan denganmu.
~Jangan jadikan aku istri mu, jika dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan bercerai/berpisah denganku.
~Jangan jadikan aku isrtimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingati kesalahan ku.sedangkan aku tidak tuli dan masih bisa mendengarkan kata katamu yg lembut tapi berwibawa.
~Jangan jadikan aku istrimu, jika setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman teman mu.
~Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu malu membawaku kepesta teman temanmu&memperkenalkan aku sebagai istrimu. Takkan kubiarkan kamu biarkan aku sebagai pajangan dirumah sedangkan kamu lebih memilih berpergian dengan temen temanmu. Bagiku pasangan bukan sebuah trofi atau pajangan
~Jangan Pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.kamu tentunya tau kalau kamu juga ikut andil besar dengan melar nya tubuh ku.
~Jangan Buru Buru Menjadikan ku Sebagai IstriMu, Jika saat ini kamu masih belum bisa menerima Kekurangan & Kelebihanku. Sedang seiring waktu kekurangan bukan semakin tipis tapi semakin NYATA!
I ♥̨ this broadcast...({}) ({}) ({}) Broadcast "PADA PEREMPUAN LAIN jg LAKI2"... Penting itu buat cowok!biar mengerti perempuan terutama "ISTRI" bkn brg produksi sekali pakai buang/jika ada butuhx brsn dicari!:)
Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua
From: *endah marty*
*Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua*
Terlampir di bawah ini adalah Kisah Nyata dari Negeri tetangga beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartment nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya. Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2-nya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi si Ayah.
Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis ter-sedu2, dia menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu. Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. K Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti mereka" . Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan
Kebijakan/Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir
hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 th bekerja.
Kebijakan/Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir
hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 th bekerja.
Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang
memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
Jumat, 19 Agustus 2011
Langganan:
Postingan (Atom)




