Jumat, 17 Februari 2012

 Aku dan Tuhan Menyaksikan Baseball

Aku dan Tuhan berdiri mengamati pertandingan baseball. Tim Tuhan melawan tim iblis. Skor sangat ketat 0-0 dan ini adalah putaran terakhir. Kami memperhatikan seorang pemukul bernama Kasih masuk ke lapangan. Kasih mulai memukul dan berhasil mencetak skor tunggal karena Kasih tak pernah gagal.

Pemukul selanjutnya bernama Iman, yang juga berhasil mencetak skor karena Iman selalu bersama-sama dengan Kasih. Lalu masuk seorang pemukul bernama Bijak. Iblis melakukan lemparan pertama dan Bijak hanya membiarkannya. Tiga kali lemparan dan Bijak hanya melangkah pergi karena Bijak tidak pernah mengambil apapun yang iblis lemparkan.

Lalu Tuhan melihat ke arahku dan berkata bahwa Ia akan mengeluarkan pemain andalan-Nya. Lalu datanglah Karunia. Aku berkata, “Sepertinya dia tidak terlalu hebat…” Tim iblis pun sangat santai begitu mereka melihat Karunia. Mereka berpikir bahwa mereka hampir memenangkan pertandingan. Iblis pun melempar bola dengan sekuat tenaga.

Dan sangat mengejutkan semua orang, Karunia memukul bola kencang sekali melebihi pemain-pemain sebelumnya. Tapi iblis tidak kuatir, pemain tengah mereka jarang gagal menangkap bola. Iblis berlari mengejar bola, tapi bola malah lepas dari tangan, menghantam kepalanya dan iblis pun jatuh tersungkur ke tanah. Karunia bersama Kasih, Iman, dan Bijak terus berlari sampai home run. Tim Tuhan menang!!!

Lalu Tuhan bertanya kepadaku mengapa Kasih, Iman, dan Bijak tidak bisa home run tanpa Karunia? Aku menjawab tidak tahu. Tuhan menjelaskan, “Kalau kasihmu, imanmu, dan kebijaksanaanmu yang memenangkan pertandngan, engkau akan berpikir bahwa engkaulah yang melakukan semuanya. Kasih, Iman, dan Kebijaksanaan akan mengantarmu mencapai semua hal-hal yang baik, tapi hanyalah KaruniaKu sajalah yang akan membawamu ke dalam kemenangan, sampai di rumah Bapa dengan selamat. KaruniaKu adalah satu-satunya yang tidak dapat dicuri iblis.”.       Have a Good Day...friends(y)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar