Selasa, 06 September 2011




Disaat sebagian kita selalu sering mengeluh dengan keadaan, padahal Tuhan telah memberikan tubuh yang sempurna untuk kita.lalu kenapa kita masih suka mengeluh dan merasa kurang sempurna..?
sementara di luar sana masih banyak orang2 yang mempunyai semangat menjalani hidupnya meskipun dengan segala keterbatasan yang ia miliki.

Matius (54), pria buta dr Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ini sehari-hari hanya mengandalkan keterampilan memanjat kelapa dan menganyam daun nipah untuk dijual dan mendapat uang.
menjadi orang buta tidak berarti membuat semangat hidupnya lemah.warga kampung Sarurang, Kelurahan Sulewatang, Kecamatan/Kabupaten Polman itu sudah 20 tahun lebih hidup di sebuah gubuk tua yang dibangun di tengah hutan nipah.
untuk bertahan hidup, dia mengambil kulit dan daun untuk dirajut menjadi alas. Hasilnya dia jual ke warga.

Meski buta, keterampilan Matius membuat anyaman dari daun nipah tidak diragukan lagi.
Bermodalkan ketekunan,naluri dan ketrampilannya,berbagai variasi anyaman yang cantik dapat dia buat.karena keterampilan tangan Matius itu, banyak warga Polman dan dari luar kabupaten yang datang untuk membeli.
Matius mengerjakan sendiri proses pembuatan dinding nipah tanpa melibatkan orang lain. mulai memanjat pohon hingga menyelesaikan anyaman berukuran 1,5 x 3 meter.

Menyadari keterbatasan fisiknya, Matius tak punya mimpi2 muluk.duda ini hanya berharap hasil kerajinannya makin laris dan dikenal warga agar urusan membeli beras dan lauk pauk tak lagi harus mengutang ke tetangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar