Senin, 16 Juli 2012

KISAH RAJA ANGKUH & PENGEMIS

Seorang raja beserta pengiringnya berpapasan dgn seorang pengemis.

Sang raja menyapa pengemis ini,
“Apa yg engkau minta?”

Si pengemis berkata,
“Tuanku bertanya, seakan² anda mampu...”

Sang raja merasa tertantang,
“Tentu saja aku mampu!"

Jawablah si pengemis,
“Jangan Sembarangan berjanji, Tuan...”

Rupanya dia bukan sembarang pengemis.

Namun raja tidak merasakan hal itu.

Timbul rasa angkuh & tak senang pada diri raja,
“Apapun juga! Aku orang kaya-raya”

Si pengemis itu mengeluarkan mangkuknya,
“Tuanku tolong isi ini...”

Raja menjadi geram.
Segera ia memerintahkan bendahara u/ mengisi penuh mangkuk dgn emas!

Anehnya, emas dalam pundi² besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk.

Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan dan berlian dll tlah habis dilahap mangkuk sedekah itu.
Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Akhirnya sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis.
Terbata² ia bertanya,
“Tolong jelaskan terbuat dari apakah mangkuk ini?”

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum,
“Mangkuk itu terbuat dari keinginan
manusia yg tanpa batas.
Itulah yg mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya.

Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman kala engkau menginginkan sesuatu.

Ketika akhirnya engkau tlah
mendapatkan keinginan itu,
smua yg tlah kau dapatkan itu,
seolah tidak ada lagi artinya bagimu.

Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yg masuk dalam mangkuk yg tak beralas itu.

Begitu saja seterusnya,
selalu kemudian datang keinginan baru.
Orang tidak pernah merasa puas.

Power tends to corrupt
(kekuasaan cenderung untuk berlaku tamak).”

Raja bertanya lagi,
“Adakah cara u/ dpt menutup alas mangkuk itu?”

“Tentu ada, yaitu rasa syukur kepada TUHAN.
Jika engkau pandai bersyukur,
TUHAN akan menambah berkat padamu”, ucap sang pengemis itu


"Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
(1Tesalonika 5:18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar