Jumat, 09 Desember 2011

KEKUATAN ARUS

Warren Buffet, pakar investasi sekaligus salah satu orang terkaya di Amerika Serikat berkata, "Terkadang yang terpenting bukanlah seberapa kuat Anda mendayung perahu, melainkan seberapa cepat arus sungainya."

Jangan salah mengerti, mendayung memang penting tapi ada yang jauh lebih penting dari itu, yaitu bagaimana bergerak mengikuti derasnya arus.

Bekerja memang penting dan itu adalah keharusan. Namun, hendaknya kita jangan lupa bahwa bekerja saja tidak cukup, kita butuh kekuatan arus. Itu yang disebut sebagai kasih karunia atau anugerah.
Sekeras apapun kita bekerja dan sebesar apapun pengorbanan kita dalam pekerjaan, namun jika kita hidup di luar anugerah Tuhan maka hasil yg kita harapkan tdk sebanding dgn usaha yg kita lakukan.

Firman Tuhan di dalam Amsal 10:22 berkata, "Berkat TUHAN-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Dalam Mazmur 127:2 juga dikatakan, "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah ... sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Jangan salah mengerti, ayat² tsb TIDAK mengajarkan kepada kita utk menjadi orang malas. Sama sekali TIDAK! Ayat tsb sebenarnya justru mengingatkan bhw selain kita bekerja, kita juga perlu anugerah Tuhan di dalam pekerjaan kita. Anugerah Tuhan itulah yg di gambarkan seperti arus sungai yg deras. Kita tetap mendayung, namun seberapa cepat laju kita justru ditentukan oleh seberapa cepat arus sungainya, bukan seberapa kita kuat dalam mendayung.

Jika kita menyadari kebenaran ini, maka setiap hari kita akan bergantung pada anugerah Tuhan bukan pada kekuatan kita sendiri.

Ingatlah bhw kita ini terbatas dalam banyak hal, namun anugerah Tuhan membuat kita mengalami terobosan dalam banyak hal. Itu sebabnya seringkali hasil yg kita dapatkan melebihi dari upaya yg telah kita lakukan, Itulah Anugerah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar