Rabu, 21 Maret 2012

Hari Buruk

By Antonius Fw

Pengkhotbah 7:14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

Minggu ini tidak terlalu bagus bagi saya. Ada sedikit selisih faham dengan istri di hari Sabtu. Minggu pagi speedometer motor tidak bekerja. Minggu malam TV tiba-tiba tidak bisa nyala. HP hilang di hari senin. Lampu sign saya perlu diganti. Dari 4 celana panjang yang saya order pada penjahit untuk ukuran yang sama, salah satu diantaranya terlalu kecil. Cukup mengganggu bukan?

Apa yang kita lakukan di saat mengalami hal-hal ini? Marah? Mengeluh? Mengomel? Komplain? Itu semua respon wajar yang dibuat manusia saat ada hal-hal yang tidak berjalan dengan semestinya. Tapi apakah reaksi-reaksi tersebut bisa memperbaiki keadaan? Bisa ya, bisa juga tidak, dan sekalipun bisa memperbaiki keadaan, tidak akan pulih sepenuhnya, dan kita juga kehilangan damai sejahtera dalam hati kita.

Alkitab menawarkan sudut pandang yang lain. Bukan melihat dari sisi kita, tapi melihat dari sisi Tuhan:

1. Tuhan sudah tahu sebelum segala hal terjadi, dan tujuanNYA selalu untuk kebaikan kita.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

2. Tuhan sudah mengukur segala yang kita alami dan pastikan bahwa hal itu akan memperkuat dan bukan menghancurkan kita

I Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 

3. Tuhan menyertai kita di masa-masa tersulit hidup kita
Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Saat kita ijinkan respon manusiawi menguasai kita, maka artinya kita berjalan dengan pikiran kita atau perasaan kita. Padahal kita tidak pernah tahu apa yang akan kita alami di depan: apa yang tersembunyi di balik tikungan maupun tanjakan, dan mengarah ke mana kehidupan kita selanjutnya.

Saat kita memilih untuk percaya kepada janji Tuhan dalam Alkitab, maka kita akan ber-respon secara lebih baik.

Saya jaga kedamaian hati saya, memilih untuk tetap mengucap syukur dan tenang, tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Periksa diri kita, jika ada kesalahan – minta maaf kepada yang bersangkutan, jika ada dosa – minta ampun pada Tuhan, jika ada keteledoran – buat catatan dan analisa sehingga hal itu tidak terulang di masa depan. 

Selisih paham artinya kurang komunikasi, maka kami ambil waktu untuk memperbaikinya.

TV yang rusak justru membantu mengatur jadwal belajar anak yang sedang ujian tengah semester.

HP yang hilang bisa jadi berkat bagi yang menemukan.

Celana yang salah ukuran – mungkin ada orang lain yang sedang membutuhkan.

I Korintus 4

4:7. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

Saya belum tahu apa makna dari semua “kerikil kecil” yang saya alami. Satu hal yang pasti – semua itu tidak mengganggu hati saya dan tidak membuat saya kehilangan damai sejahtera. Bukan karena saya kuat, tapi karena saya PERCAYA firman dan janjiNya !

Saya bisa, anda PASTI juga bisa jika PERCAYA pada janjiNya!

Kudus, 21 Maret 2012

http://m.facebook.com/note.php?note_id=10150665302081686&refid=7&_rdr

www.minyakcadangan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar