Minggu, 13 Oktober 2013

 TEGURAN  TEGURAN  TEGURAN 

         
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."

Menerima teguran, sekalipun jelas-jelas kita ini salah(n)dan patut ditegur, biasanya tetap saja menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati</3.

Itulah sebabnya banyak orang yang tidak suka:/, bahkan marah kalau ditegur>:O.

Mereka lebih senang menerima pujian<=-P, walau hanya basa-basi:p.

Sikap "anti teguran" ini keliru(n), Sebab bagaimana pun kita tidak selalu benar>:/.

Ada saatnya kita berbuat salah(n), dan karenanya membutuhkan teguran supaya bisa memperbaiki diri.:)

Randy Pausch, dalam bukunya yang sangat terkenal, The Last Lecture, menulis demikian,
"Kalau Anda melihat diri Anda melakukan sesuatu yang buruk dan sudah tidak ada lagi orang yang mau repot-repot memberi tahu Anda, maka tempat itu tidak baik untuk Anda.

Anda mungkin tidak ingin mendapat teguran, tapi orang yang menegur Anda kerap kali adalah satu-satunya orang yang memberi tahu bahwa ia masih mengasihi dan memperdulikan Anda, dan ingin melihat Anda menjadi lebih baik."

Jadi, kalo kita mendapat teguran dari siapapun, jangan buru-buru merespons dengan sikap antipati, apalagi dengan marah, Sebab bisa jadi teguran itu justru sangat berguna buat kita.
Lihat itu sebagai sebentuk cara seseorang peduli dan mengasihi kita.

*TEGURAN YANG MEMBANGUN ITU TANDA KASIH SAYANG dan PEDULI*

"Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar