Kamis, 10 November 2011

KOIN KEBERUNTUNGAN"

Sebuah kisah inspiratif terjadi di propinsi Ciang Si, Kota Nan Chang tahun 1938. Saat itu masa peperangan dimana Ciang Kai Sek menjabat sbg komandan laskar di Nan Chang.

Di waktu luang, banyak tentara berbelanja keperluan se-hari2. Saat itu mata uang yg digunakan adalah Yen. Kaum wanita berusia lanjut & lemah berjajaran di sepanjang jalan menjual handuk & kaos kaki utk keperluan tentara.

Suatu hari seorang nenek menangis ter-isak2. Rupanya seseorang telah membeli banyak sekali dagangannya dgn kepingan uang Yen palsu. Ketika nenek itu sadar uang itu palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.

Kebetulan lewat seorang tentara yg baru gajian. Melihat sang nenek sangat sedih, ia menghiburnya. "Tak usah sedih Nek, gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu kepada saya sebagai kenang2an. Nah, ini ambillah. Semoga dapat menjadi modal usahamu kelak."

"Mana boleh ? Mana mungkin saya menerima sementara anda yg mengorbankan uangmu". Si Nenek bersikeras tidak mau menerima tawaran si tentara. Tapi karena tak tega menolak ketulusannya, akhirnya ia menerima juga dgn ucapan terima kasih yg mendalam.

Selang beberapa bulan si Tentara berdinas kembali ke kota Nan Chang dan mencari Nenek yg malang itu. Dia berkata bahwa kepingan Yen palsu itu telah menyelamatkan nyawanya.

Ceritanya ketika dia berada di barisan depan dalam medan.pertempuran, tiba-2 sebuah peluru menghantam dadanya. "Tamat sudah kali ini," pikirnya hingga pingsan karena ketakutan.

Tapi begitu mata dibuka, sakitnya tidak terasa. Dirabalah dadanya tapi tak ada darah sedikitpun. Waktu menyentuh kepingan logam yang berada di kantong kirinya ternyata kepingan uang Yen palsu itu sudah cekung akibat peluru.

Siapa bilang perbuatan baik dan jahat tiada akibatnya ? Hanya karena waktu belum matang, hingga benih kebaikan yg ditabur belumlah berbuah. Inilah salah satu kesaksian betapa pentingnya memupuk kebajikan.

NIAT BAIK PASTI MENDATANGKAN HASIL YANG BAIK PULA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar