Minggu, 25 November 2012

"CONGKAK & TINGGI HATI"

“Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa”
(Amsal 21:4)

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras.

Pria itu bertanya, “Apa yang
sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat.
Saya memberikan banyak nasihat
yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.
Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat.
Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang
benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi.
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan.
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan.
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih
tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula
kita mendeteksinya.
Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun
sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Biarlah setiap hari, kita senantiasa memeriksa hati kita.
Karena setiap hal yang baik yang bisa kita lakukan, semua karena anugerah
Tuhan.
Kita ini manusia hanya seperti uap dan debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap.

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam.



NB: anak2x Tuhan PASTI Rendah hati, anak2x Iblis PASTI Tinggi Hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar